![]() |
Sampul depan Semesta Tafsir |
Penulis : Umberto Eco, dkk
Penerjemah : Marina Pakaya
Penerbit : IRCiSoD
Edisi : Cetakan pertama, November 2019
Format : Paperback, 216 halaman, 14 x 20 cm
Edisi : Cetakan pertama, November 2019
Format : Paperback, 216 halaman, 14 x 20 cm
ISBN : 978-623-7378-12-9
Editor : Zulkarnaen Ishak
Tata
Sampul : Alfin Rizal
Pracetak : Antini, Dwi, Wardi
se.mes.ta /sĂŞmĂŞsta/
bentuk tidak baku: mesta
bentuk tidak baku: mesta
- num seluruh;
segenap; semuanya: semua yang ada di alam -- ini tidak dapat lepas
dari takdirnya masing-masing; pembangunan -- pembangunan seluruhnya (dalam segala lapangan)
- a (berlaku untuk) seluruh dunia; universal
taf.sir
- n keterangan atau penjelasan tentang ayat-ayat
Alquran agar maksudnya lebih mudah dipahami
- n keterangan; penjelasan
Sumber: kbbi Kemdikbud daring
Saya akan mendahului ulasan ini dengan pendapat saya tentang buku ini: “Semesta
Tafsir” adalah buku yang layak untuk dibaca dan dikoleksi, terlebih bila anda
merupakan peminat kajian sastra, semiotika, atau sejarah.
Semesta Tafsir adalah buku non-fiksi bertema penafsiran kesusastraan
karya Umberto Eco, seorang filsuf, akademis, ahli semiotika, dan novelis
Italia. Subjudul buku ini yang diambil penerbit IRCiSoD, “Interpretasi dan
Overinterpretasi”, sebenarnya adalah judul asli dari karya ini, “Interpretation
and Overinterpretation”, yang pertama kali diterbitkan Cambridge University
Press pada tahun 1992. Pemilihan judul “Semesta Tafsir” menurut saya tepat dalam
menggambarkan isi buku ini, juga dapat membantu calon pembaca yang lebih luas
secara sekilas menangkap apa yang akan dibahas buku, dibanding bila hanya
memakai judul “Interpretasi dan Overinterpretasi”.
Sebenarnya, selain Umberto Eco, ada beberapa penulis lain yang
memberikan sumbangsih tulisannya untuk membentangkan penjabaran dan ulasan,
perspektif, dan opini mereka berkaitan dengan tema penafsiran sastra,
hermetisme, dan semiotika. Berikut saya tuliskan penulis-penulis tersebut,
beserta urutan pembagian topik dalam buku ini:
1.
Pengantar Editor: Tafsir
Terbatas dan Tafsir Tak Terbatas, ditulis oleh Stefan Collini, dosen bahasa
Inggris di Clare Hall, Cambridge.
2.
Bagian “Tafsir dan
Sejarah”, ditulis oleh Umberto Eco.
3.
Bagian “Teks-teks
Overinterpretasi”, ditulis oleh Umberto Eco.
4.
Bagian “Antara Pengarang
dan Teks”, ditulis oleh Umberto Eco.
5.
Bagian “Kemajuan
Pragmatis”, ditulis oleh Richard Rorty, guru besar humaniora di University of
Virginia.
6.
Bagian “Membela Overinterpretasi”,
ditulis oleh Jonathan Culler, guru besar bahasa Inggris dan Sastra Perbandingan
serta Direktur Society for the Humanities, di Cornell University.
7.
Bagian “Sejarah Palimses”,
ditulis oleh Christine Brooke-Rose, sebelumnya guru besar sastra di University
of Paris VIII.
8.
Bagian “Tanggapan”, ditulis
oleh Umberto Eco.
Banyak pengetahuan dan hal-hal menarik yang saya dapat di buku ini. Salah
satu bahasan: bagaimana pembaca dengan tafsir dapat “menghubungkan” teks yang
terbit lebih awal yang ia baca dengan teks lainnya yang terbit jauh lebih
dahulu (teks kuno). Ada juga istilah-istilah baru yang saya jumpai, beberapa di
antaranya: pengarang model, pengarang empiris, pembaca model, topoi, idealtypen,
destruens, para pengikut tirai, dan sebagainya.
Hal menarik lain, misalnya saat Umberto Eco membagikan pengalamannya
tentang penerjemahan salah satu karyanya, The Name of The Rose, oleh
Helena Costiucovich ke bahasa Rusia. Eco menanggapi komentar Costiucovich
tentang karya yang mengingatkannya akan The Name of The Rose: buku
karangan Emile Henriot berjudul La Rose de Bratislava yang
dipublikasikan pada tahun 1946. Selain judul yang mirip-mirip, ada hal yang
mempunyai kesamaan, misalnya perburuan naskah misterius, kobaran api di
perpustakaan, Praha, pustakawan bernama Berengard Marre (dalam The Name of
The Rose ada pustakawan bernama Berengar).
Ada juga tanggapan Eco terhadap komentar pembaca bernama David Robey
tentang karya Eco yang lain, Foucault’s Pendulum, tentang tokoh utama
Casaubon. Eco menanggapi komentar tentang nama tokoh Casaubon lain, yang muncul
pada tulisan karangan George Elliot yang menceritakan Casaubon versi Elliot sedang
menulis A Key to All Mythologies.
Saya juga akan menuliskan beberapa penggalan di buku ini yang saya
pikir dapat meningkatkan daya tarik bagi calon pembaca:
Sejarah kelahiran kembali ini adalah sesuatu yang kompleks: sekarang, historiografi menunjukkan kepada kita bahwa mustahil memisahkan benang Hermetis dari benang saintifik atau Paracelsus dari Galileo Galilei. Pengetahuan Hermetis memengaruhi Francis Bacon, Copernicus, Kepler, dan Newton, dan ilmu kuantitatif modern lahir, inter alia, dalam dialog dengan pengetahuan Hermetisme.
–halaman 51–
[**Baca juga entri lain di blog ini: Novum Organum Scientarium karya filsuf Inggris Sir Francis Bacon**] [**Mungkin saya juga akan membuat tulisan tentang
Paracelsus👱**]
Mari kita kaji satu contoh konkret di mana Rossetti membicarakan salah satu obsesi tinggi Para Pengikut Tirai. Menurut mereka, Dante dalam teksnya menguraikan sejumlah simbol dan praktik liturgis tipikal dari tradisi Masonik dan Rosikrusian. Ini merupakan hal menarik yang memasuki perkara historis-filologis: walau ada dokumen-dokumen yang terikat dengan kemunculan gagasan-gagasan Rosikrusian pada permulaan abad ke-17 dan kemunculan tempat-tempat Freemasonry simbolik pada awal abad ke-18, tak ada –setidak-tidaknya tak ada yang diterima oleh para sarjana yang serius– yang terkait dengan keberadaan awal gagasan-gagasan atau organisasi-organisasi ini. Sebaliknya, yang dokumen-dokumen terpercaya ada yang terkait dengan bagaimana di abad ke-18 dan ke-19 pelbagai tempat dan masyarakat yang berkecenderungan berbeda-beda memilih ritus dan lambang yang menunjukkan silsilah Rosikrusian dan Templar.
–halaman 77–
[**Baca juga entri lain
di blog ini: Proposisi Euclid I.47, Segitiga Lambang Freemasonry || Occult
Forces, Film buatan kolaborator NAZI untuk propaganda anti-Freemasonry diera Perang Dunia II**]
Lantaran semua alasan ini, apa yang Rossetti sendiri sebut “mawar segar nan harum” muncul sebagai simbol kecantikan perempuan dalam sajak penyair lain di abad ke-13, Ciullo d’Alcamo, dan sebagai suatu simbol erotis baik dalam Apuleius maupun dalam sebuah teks yang dikenal baik oleh Dante, Roman de la Rose (yang pada gilirannya secara sengaja menggunakan simbologi pagan).
–halaman 80–
[**Baca juga entri lain
di blog ini: Apuleius, Sang Pengembara Romawi abad 1 yang berinisiasi menjadi anggota kelompok Misteri Rahasia Kuno**]
Catatan untuk Penerbit
Hampir tidak ada salah ketik atau typo yang saya temukan di buku ini. Sepanjang saya membaca, saya hanya mendapati satu salah ketik: nama penulis “Henriot” di halaman 103 yang semestinya ditulis “Henroit”.
Terjemahan “Semesta Tafsir”
ini, menurut saya, sudah bagus dan enak dibaca. Namun menurut saya, beberapa
istilah/kalimat yang tidak diberi keterangan terjemahan artinya dalam bahasa
Indonesia, lebih baik bila ditambahkan terjemahannya (baik secara langsung
maupun dengan catatan kaki). Kalimat tersebut misalnya kalimat Latin yang
terdapat di halaman 42 dan 44, masing-masing sebagai berikut:
- Est modus in rebus, sunt certi denique fines quos
ultra citraque nequit consistere rectum.
-
Utrum Deus virginem reparare.
Hal lain yang saya soroti adalah soal indeks. Ada beberapa kata yang
hanya muncul sekali namun tercatat dalam indeks, misalnya “Gnosis”(pada halaman
53), “Epicurus”(pada halaman 57), “Fyodor Dostoevski”(pada halaman 188), dan
sebagainya. Menurut saya, ada kata yang lebih banyak muncul dan termasuk kata yang
penting dalam topik bahasan, yang tidak salah bila dicatat juga dalam indeks:
“Masonik” dan “Rosikrusian”. Sesuai catatan saya, “Masonik” muncul di halaman
77, 78 dua kali, 79, 83, dan 84. Sementara “Rosikrusian” muncul di halaman 77,
78, 109, dan 154 dua kali.
![]() |
Sampul belakang Semesta Tafsir |
- bahwa di buku ini terdapat komentar-komentar Umberto Eco tentang
karyanya seperti Foucault’s Pendulum dan The Name of The Rose;
-bahwa selain Eco buku ini juga menampilkan tulisan dari penulis lain
yang merupakan para guru besar dan akademisi dari universitas-universitas
terkemuka;
-atau bahwa bahasan tafsir di buku ini akan membawa kita menjumpai
banyak hal menarik, termasuk Freemason/Masonik dan Rosikrusian.
Akhirnya terdampar juga ke blog ini setelah pertama kali baca tulisan pemilik blog di bacabukumuid. Selain cerpennya unik, review di blognya juga ternyata sedikit beda dari reviewer lain yang pernah saya baca tulisannya. Salam kenal!
BalasHapusSalam kenal juga. :)
HapusTerimakasih atas kunjungannya & apresiasinya.
365SBOBET Situs Resmi Agen SBOBET Terpercaya di Indonesia
BalasHapus365Sbobet adalah Agen SBOBET Terpercaya Indonesia, Situs Agen Bola Resmi Online Casino Terbaik Official Partner kami adalah Barcelona dan Liverpool.
Buruan Daftarkan DIri anda di 365SBOBET & menangkan Ratusan Juta Rupiah Setiap Harinya!!!
Bonus Pendaftaran Member Baru 20% Maksimal s/d 1 Juta Rupiah
Bonus Next deposit 5%
Bonus Rollingan 0.5%
Bonus Cashback 5%
Dengan Minimal deposit untuk mendapatkan Bonus Hanya 50 ribu
Deposit hanya Rp. 25.000
Whatsapp : 0823.6134.6235
365sbobet
agen sbobet