Euklides Sang
Misterius
![]() |
Patung Euclid di Oxford University Museum of Natural History. Sumber gambar: flikr.com |
[**Baca juga entri lain di blog ini tentang Euclid: "Proposisi Euclid I.47: Segitiga Freemasonry" ; "Eksperimen Potong Kertas Proposisi Euklides I.47" ; "Pembuktian Matematika dan Q.E.D. (Quod Erat Demonstrandum)"**]
Euklides adalah matematikawan yang hidup sekitar abad 4 SM di Aleksandria, Mesir, yang pada masanya merupakan pusat kebudayaan Yunani. Ia mendapat sebutan sebagai “Bapak Geometri” karena karya-karyanya, khususnya karyanya yang monumental yang berjudul Elemen (The Elements atau Euclid's Elements dalam bahasa Inggris). Euklides kerap disebut sebagai Euklides dari Aleksandria, untuk membedakannya dari Euklides dari Megara (435 SM-365 SM), seorang filsuf Yunani. Nama Euklides (Euclid dalam bahasa Inggris) sendiri berasala dari nama Yunani, Εὐκλείδης, yang berarti “terkenal, agung.”
Beberapa
pencatat sejarah Arab menyebut bahwa Euklides lahir di kota Tyre (sekarang
berada di wilayah negara Lebanon), namun hal ini diragukan kepastiannya.
Euklides datang ke Alexandria kurang lebih sepuluh tahun setelah kota tersebut
didirikan oleh Aleksander Agung (356 SM-323 SM), sekitar tahun 322 SM.
Kemungkinan Euklides tahu akan Serapeum Aleksandria dan Perpustakaan
Aleksandria, kemungkinan juga ia bekerja di sana. Euklides diperkirakan
meninggal sekitar pertengahan abad 3 SM.
Euclid
kemungkinan besar hidup semasa dengan Ptolemaios I Soter (367 SM–283 SM),
seorang jenderal Yunani di bawah Aleksander Agung yang menjadi penguasa Mesir
dari tahun 323 SM hingga 283 SM. Ptolemaios I Soter mendapat gelar
Pharaoh/Firaun sebagai penguasa Kerajaan Ptolemaik Mesir sejak 305/304 SM.
Dinasti Ptolemaik bercorak Helenistik yang didirikannya berlangsung sekitar 270
tahun, berakhir pada saat meninggalnya Cleopatra.
Menurut
catatan Proclus Lycaeus Sang Penerus (412-485), seorang filsuf Neoplatonisme
yang hidup sekitar tujuh abad setelah Euklides: Suatu saat Ptolemaios I
bertanya pada Euklides, apakah ada cara yang lebih mudah mempelajari geometri,
Euclid menjawab “tidak ada Jalan Kerajaan untuk mengerti geometri.” Kisah ini
sebenarnya tidak dapat dipastikan kebenarannya, karena ada kisah serupa dengan
tokoh yang berbeda: Aleksander Agung sebagai penguasa dan Menaikhmos (380 SM-320
SM) sebagai matematikawan.
Dari
paragraf-paragraf di atas mengenai biografi singkat Euklides, mungkin anda
bertanya: mengapa banyak “yang diperkirakan” dan “belum dapat dipastikan” dari
Euklides? Memang demikian. Sumber catatan-catatan tentang identitas dan riwayat
hidup Euklides masih kurang, berbeda dengan matematikawan dan filsuf Yunani
terkenal lainnya yang hidup beberapa abad sebelum dan sesudah Euklides yang
catatan riwayat hidupnya lebih lengkap.
Karena
kurangnya catatan mengenai identitas Eklides, beberapa peneliti menduga: Bahwa Euklides
sebenarnya bukan sosok yang benar-benar ada. Bahwa karya-karya Euklides,
termasuk karya paling fenomenal berjudul Elemen Euklides, ditulis oleh sekelompok
matematikawan dengan menggunakan nama pena/identitas sebagai Euklides –diambil
dari nama Euklides dari Megara. Namun, dugaan ini belum punya bukti yang kuat,
dan tidak disetujui oleh para peneliti lainnya.
Karya-karya Euklides,
yang hilang dan yang bertahan.
Euklides
semasa hidupnya telah menciptakan banyak karya, yang mencakup berbagai topik.
Beberapa copy karyanya bertahan,
sementara yang lain telah hilang.
Beberapa
karya Euklides yang telah hilang:
·Conics, karya tentang irisan kerucut,
karya ini kemudian dikembangkan oleh geometer dan astronomer Apollonius dari
Perga.
·Porisms, kemungkinan merupakan hasil
penelitian Ruklides mengenai irisan kerucut.
· Pseudaria, atau Buku mengenai Falasi.
· Surface Loci, betema tentang lokus.
·Beberapa
karya mengenai mekanika yang diatributkan kepada Euklides dari sumber-sumber
catatan berbahasa Arab. Terdapat 3 karya yang bila diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris berjudul: On the Heavy and
the Light, On the Balance, dan On The Circles.
·Risalah
tentang musik yang diatributkan Proclus kepada Euklides, berjudul “The Elements of Music”.
![]() |
Terjemahan Optics karya Euklides, abad 9/10. Sumber: libguides.slu.edu |
§
On Divisions of Figures, mengambil topik tentang pembagian
bentuk-bentuk geometri ke dua atau lebih bagian yang sama besar atau pembagian
dengan rasio yang telah diberikan. Hanya sebagian dari buku ini yang masih ada,
yang berasal dari translasi Arab dari karya yang asli.
§
Catoptrics, berisi tentang topik teori
matematis mengenai cermin.
§
Phaenomena, catatan mengenai astronomi.
§
Optics, merupakan catatan Yunani paling
awal yang masih bertahan yang membahas perspektif.
§
Data, berisi mengenai alam dan implikasi
dari informasi “yang disepakati” pada problem-problem geometri. Topik buku ini
berkaitan erat dengan topik empat buku pertama Euclid’s Elements.
§
Euclid’s Elements, karya ini akan dibahas lebih
lanjut setelah bagian ini.
Pengaruh Elemen
Euklides (Euclid’s Elements)
Elemen Euklides, atau Euclid’s Elements dalam
bahasa Inggris, merupakan karya yang termashyur dari Euklides. Bahkan karena
karya ini Euklides kerap disebut sebagai “penulis dari Elements” (ὁ στοιχειώτης), sebutan ini misalnya
digunakan oleh Archimedes (287 SM-212 SM). Sejak ditemukannya teknologi
percetakan, Euclid’s Elements yang
pertama kali dicetak pada tahun 1482 di Venice disebut sebagai buku kedua yang
paling banyak dicetak di Eropa, dengan hanya Bible yang lebih banyak dicetak.
Sepanjang
sejarah, Elemen Euklides telah tersebar dan diterjemahkan ke dalam beberapa
bahasa. Misalnya terjemahan bahasa Latin oleh Boethius, terjemahan bahasa Arab
saat pemerintahan Harun al Rashid semasa kekuasaan Abbasiyah. Juga terjemahan
Latin dari bahasa Arab oleh pendeta Inggris Adelard dari Bath –meski dikenal di
Byzantium, Elemen Euklides terlupakan oleh Eropa Barat sampai terjemahan ini
dibuat pada tahun 1120.
Elemen
Euklides telah membari banyak pengaruh terhadap para ilmuwan dan matematikawan.
Untuk menyebut beberapa: Nasīr al-dīn
al-Ṭūsī (1201-1274),
Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630), Galileo Galilei
(1564-1642), René Descartes (1596-1650), Sir Isaac Newton (1642-1726), dan
Albert Einstein (1879-1955). Beberapa matematikawan dan filsuf, misalnya Thomas
Hobbes (1588-1679), Baruch Spinoza (1632-1677), A.N. Whitehead (1861-1947), dan
Bertrand Russell (1872-1970), mencoba membuat karya semasterpiece Elements versi mereka sendiri pada masing-masing
bidang yang mereka tekuni.
![]() |
Terjemahan Elemen Euklid oleh (pseudo-Tusi). Sumber: lynx-open-ed.org |
Sistem
aksioma elemen Euklides juga menginspirasi para ilmuwan dan matematikawan untuk
mengeksplorasi dan mengkaji bidang geometri lebih lanjut. Misalnya seperti
penelitian quadrilaterals oleh Ibnu
Al Haitham (965-1040), Omar Khayyam (1048-1131), Nasīr al-dīn
al-Ṭūsi,
dan Giovanni Girolamo Saccheri (1667-1733), atau karya matematikawan John
Playfair (1748-1819) yang berjudul Elements
of Geometry. Pengembangan-pengembangan seperti ini melahirkan konsep yang
sekarang dikenal sebagai geometri non-Euklides (non-Euclidean geometry).
Isi 13 Buku Elemen
Euklides
![]() |
Elemen Euklides pada papirus Oxyrhynchus. Sumber: wikimedia.org |
Proclus menulis dalam komentarnya mengenai Elemen Euklides: “Euklides, yang menyusun Elemen, merangkum banyak dari teorema-teorema Eudoxus, menyempurnakan banyak pemikiran Theaetetus, dan juga mendemonstrasikan hal-hal yang hanya dibuktikan secara kurang kuat oleh pendahulunya.”
Ada
dugaan bahwa kemungkinan Pythagoras (570 SM-495 SM) kemungkinan menjadi sumber
untuk penulisan Elemen Euklides Buku I dan Buku II. Buku III kemungkinan
bersumber dari Hippokrates dari Khios (470 SM-410 SM), sementara Buku V
bersumber dari Eudoksos dari Knidos (408 SM-355 SM). Buku IV, VI, XI, dan XII
kemungkinan bersumber dari matematikawan Pythagorean dan matematikawan Athena
lainnya.
Berikut
konten-konten youtuber yang lebih dari TV dari ketigabelas buku Elemen
Euklides:
·Buku
I, tentang 5 postulat dan 5 notasi umum, sudut, segitiga, dan konstruksi berbagai
macam bangun geometris.
·Buku
II, tentang persegi panjang dan persegi, juga menyebut tentang rasio yang
sekarang disebut sebagai golden ratio. [**Baca juga entri lain di blog ini tentang Golden Ratio:"Selain Golden Ratio, ada Juga Silver Ratio**]
·Buku
III, tentang lingkaran, sifat-sifat lingkaran, dan topik yang berhubungan
dengan lingkaran seperti tangen teorema
Thales.
·Buku
IV, tentang incircle dan circumcircle segitiga dan poligon dengan
4,5,6, dan 15 sisi.
· Buku
V, tentang proporsi besaran.
·Buku
VI, tentang proporsi bidang geometri, kostruksi dan pengenalan kesamaan bentuk.
·Buku
VII, tentang teori bilangan.
·Buku
VIII, tentang deret ukur.
·Buku
IX, tentang penerapan Buku VII dan Buku VIII, ketaterbatasan ilangan prima, dan
bilangan sempurna yang semuanya adalah bilangan genap.
·Buku
X, tentang besaran yang tak dapat dibandungkan, misalnya bilangan irasional.
·Buku
XI, tentang generalisasi tema pada Buku VI untuk bentuk-bentuk bangun ruang.
·Buku
XII, kerucut, silinder, dan piramida konspirasi.
·Buku
XIII, tentang bangun ruang platonik.
Pada
setiap buku Elemen Euklides dapat tercantum definisi, aksioma atau postulat,
notasi umum, ataupun proposisi. Berikut tabel masing-masing jumlahnya pada
setiap Buku:
Tertarik
membaca atau sekedar melihat-lihat Elemen Euklides? Anda bisa googling, sudah ada beberapa Elemen
Euklides berbahasa Inggris yang tersedia online, misalnya di situs Clark University mathcs.clark.edu atau
di situs c82.net
Buku
|
Definisi
|
Postulat
|
Notasi
Umum
|
Proposisi
|
I
|
23
|
5
|
5
|
48
|
II
|
2
|
-
|
-
|
14
|
III
|
11
|
-
|
-
|
37
|
IV
|
7
|
-
|
-
|
16
|
V
|
18
|
-
|
-
|
25
|
VI
|
4
|
-
|
-
|
33
|
VII
|
22
|
-
|
-
|
39
|
VIII
|
-
|
-
|
-
|
27
|
IX
|
-
|
-
|
-
|
36
|
X
|
16
|
-
|
-
|
115
|
XI
|
28
|
-
|
-
|
39
|
XII
|
-
|
-
|
-
|
18
|
XIII
|
-
|
-
|
-
|
18
|
JUMLAH
|
131
|
5
|
5
|
465
|
EPILOG
Sumbangsih
Euklides bagi sains dengan karya-karyanya, khususunya Elemen Euklides, tidak
terbantahkan lagi. Namun, bagaimana sosok Euklides menurut anda, apakah ia
memang sosok yang benar-benar ada, atau ia hanya identitas dari sekelompok matematikawan? Barangkali
ada yang merasa “jiwa konspirasiku bergetar” ingin membaca info-info lain lebih lanjut tentang Euclid dan geometri setelah membaca riwayat Euklides?😁
Tidak ada komentar:
Posting Komentar